3 Amalan Manusia Yang Tidak Akan Terputus Sesudah ia Meninggal


Allah SWT telah jelas memberikan peringatan kepada semua makhluknya yang bernyawa pasti akan mati, akan kembali kepada-Nya, tidak ada yang abadi yang abadi hanyalah Dia Allah SWT pemilik Alam Semesta Raya, dan yang lebih membuat kita termasuk makhluk-Nya semakin tak berdaya ketika maut / ajal itu datang menjemput tanpa ada satu makhlukpun tahu, hari ini, besok, lusa, minggu depan, tahun depan atau tahun-tahun yang akan datang, tidak ada yang tahu kapan Izrail datang menghampiri kita dan mencabut ruh kita yang memisahkan kita dari alam dunia menuju alam akhirat.

Oleh karena itu Rasulullah jauh-jauh hari sudah berpesan kepada ummatnya, kepada kita semua untuk mempersipakan bekal yang banyak untuk diakhirat kelak nanti. Bekal yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bukanlah berupa harta benda, perhiasan, berlian, rumah mewah, mobil dan lain sebagainya, melaikan amal-amal soleh, amal ibadah dan amal jariyah kita selama didunia.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika Anak Adam mati/meninggal maka terputuslah semua amalnya, kecuali  tiga amal (yang tidak akan terputus pahalanya) yaitu :

1. Sedekah Jariyah

Menurut Imam al-Suyuti (911 H) ada 10 amal yang pahalanya terus menerus mengalir, yaitu:

ilmu yang bermanfaat, 
doa anak sholeh, 
sedekah jariyah (wakaf), 
menanam pohon kurma atau pohon-             pohon yang buahnya bisa                                 dimanfaatkan, 
mewakafkan buku, kitab atau Al                     Qur’an, 
berjuang dan membela tanah air, 
membuat sumur, 
membuat irigasi, 
membangun tempat penginapan bagi             para musafir, 
membangun tempat ibadah dan                       belajar.

Itu hanya contoh kecil saja. Tentu saja sedekah jariyah tidak terbatas pada hal yang di atas. Segala hal yang bermanfaat yang bisa dinikmati masyarakat umum seperti membangun jalan, jembatan, website atau TV yang bermanfaat insya Allah pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama yang kita bangun itu masih memberikan manfaat.

Menanam pohon mangga atau pohon kurma sehingga buahnya bisa dinikmati atau pun pohon yang rindang seperti pohon Beringin sehingga orang bisa berteduh pun bisa mendapatkan pahala.

Membangun masjid pun pahalanya amat besar dan tetap akan mengalir selama masih ada orang yang memakainya untuk beribadah:

Hadits riwayat Usman bin Affan ra: ”Barang siapa yang membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (H.R Bukhari dan Muslim)

2. Ilmu yang bermanfaat

Ilmu akan bermanfaat jika kita sendiri terlebih dahulu mengamalkannya. Kemudian kita ajarkan ke orang lain. Jika orang yang kita ajarkan itu juga mengamalkan ilmunya, insya Allah kita akan mendapat pahala meski kita telah tiada.

Kita bisa menjadi guru, dosen, atau mendirikan sekolah/pesantren sehingga ilmu yang bermanfaat bisa diajarkan ke orang banyak.

Di zaman sekarang ini kita bisa mengajarkan ilmu ke banyak orang sekaligus. Dengan membuat buku yang bermanfaat, kita dapat membayangkan bagaimana kalau ada 1 juta orang yang membaca buku tersebut dan mengamalkannya.

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

3. Anak yang soleh yang mendoakannya
Jika kita punya anak soleh yang mendoakan kita, insya Allah kita akan mendapat pahala juga karena kita telah berjasa mendidik mereka sehingga jadi anak yang saleh.

Oleh karena itu jika kita diamanahi anak oleh Allah, hendaknya kita didik mereka sebaik mungkin hingga jadi anak yang saleh. Seorang ibu jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaannya di kantor agar bisa fokus mendidik anaknya.
Lalu bagaimana jika kita tidak punya anak kandung?

Di situ tidak dijelaskan apakah anak saleh itu anak kandung atau bukan. Jadi jika kita memelihara anak yatim pun kita tetap akan dapat pahala jika mereka jadi anak yang saleh dan mendoakan kita.

Dari Abu Ummah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membelai kepala anak yatim karena Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)

Dari situ jelas bahwa orang yang memelihara anak yatim dengan penuh kasih sayang insya Allah akan masuk surga. Surganya pun bukan surga tingkat rendah. 

Tapi surga tingkat tinggi karena berada di dekat Nabi Muhammad SAW laksana jari telunjuk dengan jari tengah.
Paling tidak jika ada anak dari saudara kita atau sepupu kita, santuni mereka. Bantu mereka.

Menyumbang ke keluarga miskin yang ada anaknya pun atau panti asuhan insya Allah bisa mendapatkan pahala.

Postingan populer dari blog ini

Akhlak Mulia Adalah Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Raih Kemenangan di Bulan Ramadhan

Mari Sambut Ramadhan